Pasien TB Kudu Didampingi Pengawas

Acara pembukaan pelatihan PMO. (Foto:SB)

Acara pembukaan pelatihan PMO. (Foto:SB)

susibudiani – (Garut, Ahad 23/3)

Dulu penderita TB (Tuberculosis) tak dibekali ilmu pengetahuan seputar penyakitnya, tapi kini bukan hanya penderitanya bahkan keluarganyapun wajib menjadi Pengawas Menelan Obat (PMO).

Community TB Care Aisyiyah Garut senantiasa memberikan pelatihan berisi materi seputar penyakit menular tersebut bagi para PMO, perwakilan dari banyak keluarga pasien TB di Garut.

15 peserta pelatihan PMO datang dari berbagai usia berasal dari tujuh kecamatan cakupan program Community TB Care Aisyiyah Garut. (Foto:SB)

15 peserta pelatihan PMO datang dari berbagai usia berasal dari tujuh kecamatan cakupan program Community TB Care Aisyiyah Garut. (Foto:SB)

Pada 13 hingga 14 Maret 2014 lalu, kami sudah melatih 15 PMO bagi 15 pasien TB terjaring kader TB Komunitas Aisyiyah Garut,” ungkap dr Sakinah Ginna R, Ketua Pelaksana Program Community TB Care Aisyiyah Garut.

Kata dia pelatihan ini untuk keenam kalinya sejak 2012, mulai dilaksanakannya program penanggulangan penyakit disebabkan kuman Mycobacterium Tuberculosis ini.

Berinteraktif  dengan nara sumber dari Dinas Kesehatan setempat, Yeti Heryati. (Foto:SB)

Berinteraktif dengan nara sumber dari Dinas Kesehatan setempat, Yeti Heryati. (Foto:SB)

Kita yang sehat saja pasti membutuhkan motivasi agar melakukan peningkatan kualitas hidup, apalagi orang sakit sangat perlu pendampingan, baik dari pasangan maupun anggota keluarga lainnya,” kata Hj Ai Rustini, S.Ag ketua SSR/penanggungjawab keseluruhan kegiatan, Aisyiyah Garut.

Untuk itu, lanjutnya, kita sesama muslimah wajib memberi perhatian khusus kepada orang sakit, agar selama pengobatan tetap mampu beraktifitas serta bersosialisasi dengan keluarga juga sahabatnya.

Peserta tengah mengikuti post test di akhir rangkaian pelatihan hari kedua setelah di hari pertma diberikan pre test, bisa jadi indikator keberhasilan kegiatan pelatihan. (Foto:SB)

Peserta tengah mengikuti post test di akhir rangkaian pelatihan hari kedua setelah di hari pertma diberikan pre test, bisa jadi indikator keberhasilan kegiatan pelatihan. (Foto:SB)

Jaga perasaannya, ajak serta dalam kegiatan positif supaya tetap miliki percaya diri dan optimistis, hingga pengobatan tuntas apalagi selama minimal enam bulan baru selesai, bebernya.

“Jika pasien TB tak diobati selama lima tahun, 50% akan meninggal dunia, 25% akan semakin parah dan menularkan pada orang lain serta 25% akan sembuh sendiri jika memiliki daya tahan tubuh super hebat, ” demikian Sakinah Ginna menjelaskan bahaya penularan TB.

Itulah perlunya PMO bagi pasien TB, agar tak terlewat minum OAT (Obat Anti TB), jika telat bahkan sampai mangkir bisa kambuh di kemudian hari dan kemungkinan masuk kategori dua, lanjutnya.

Kategori ini harus minum obat minimal enam bulan ditambah suntikan tiap hari selama dua bulan, jika pengobatannya gagal lagi dikhawatirkan akan menjadi TB-MDR (TB sudah kebal obat biasa).

Sedangkan pengobatannya untuk wilayah Jawa Barat dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, jika sudah menjalani pengobatan maka PKM terdekat diwajibkan menjadi PMO, pungkas Ginna.  ***** (SB)

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s