Tuntunan Merawat Jenazah (Habis)

illustrasi. (Ist)

illustrasi. (Ist)

susibudiani – Garut (Jumat, 3/1) 

Disadur  Oleh : Hj. Siti Rokayah

Mengafani Jenazah

Menutup rapat tubuhnya dengan kain putih bersih dengan tertib dan baik, siapkan perlengkapan diperlukan, bahan perpengkapan bagi jenazah. 

1. Kain putih

Selebar lingkaran badan atau lebih panjang dari seluruh tubuhnya, tujuh utas tali dari sobekan kain putih, segitiga tutup kepala/rambut, sehelai tutup dada dengan berlobang pada bagian lehernya, sehelai tutup aurat dengan terlipat memanjang

Khusus dengan jenazah wanita dilengkapi dengan :

  1. Kain basahan sebagai tutup bagian aurat bawah
  2. Mukena untuk rambut
  3. Baju, untuk penutup bagian dada dan lengan
illustrasi. (Ist)

illustrasi. (Ist)

Perhatian

Bahan perlengkapan kain putih, cukup sederhana, tidak berlebihan jenisnya, demikian pula bagi jenazah wanita, kain basahan, baju, mukena yang sehari-hari dipakainya.

2. Kapas terdiri 15 helai kapas sebesar telapak tangan, 7 bulatan kecil penutup lobang

3. Serbuk kapur barus, cendana dan sebagainya berfungsi sebagai pengharum.

Persiapan

Penataan bahan perlengkapan sebagai pendahuluan mengafani

  1. Aturlah letak tujuh utas tali, kira-kira tempat, ujung kepala, leher, pinggang/pada lengan tangan, perut, lutut, pergelangan kaki, ujung kaki.
  2. Letakkan kain memanjang searah tubuhnya, serta melebar searah lingkaran badan dengan ditaburi serbuk kapur barus.
  3. Aturlah dan letakkan sehelai tutup kepala/rambut
  4. Bentangkan tutup dada dengan masih terhampar ke atas
  5. Letakkan sehelai tutup aurat (semacam cawat), memanjang dan melebar ke bawah dan merupakan kain lipatan
  6. Bagi wanita aturlah mukena baju dan kain basahan sesuai letaknya

Cara Pelaksanaan Mengafani Jenazah

  1. Letakkan jenazah membujur di atas kain kafan, dalam keadaan tertutup selubung kain (jangan sampai jenazah telanjang secara terbuka)
  2. Tutuplah tujuh lobang, mata, telinga, hidung dan pusar dengan bulatan kapas kecil sudah ditaburi serbuk kapur barus.
  3. Tutuplah lembaran kapas ditaburi serbuk kapur barus pada :
    1. Wajah/muka
    2. Leher kanan dan kiri
    3. Ketiak kanan dan kiri
    4. Lengan siku kanan dan kiri
    5. Di bawah dan di atas pergelangan tangan
    6. Kedua lubah bawah
    7. Kedua lingkaran lutut
    8. Kedua pergelangan kaki
  4.  Bagi jenazah pria : tutupkan segitiga kain putih di bagian rambut kepala dengan ikatan pada jidat,  katupkan tutup dada melalui lubang pada lehernya, katupkan lipatan tutup cawatnya.

5.   Bagi jenazah Wanita : letakkan tiga pintalan rambut (bila ada) ke bawah belakang kepala, tutupkan kain             mukena pada rambut kepala, tutupkan belahan kain baju pada dada, lipatkan kain basahan melingkar                   badan perut dan auratnya, diatas penutup cawatnya

6.  Katupkan kain kafan, melingkar tubuhnya sampai rapat, tertib, menyeluruh hingga tiga lapis (meliputi                  tutup rambut dada dan mukena)

Pola kain kafan untuk jenazah orang dewasa.  (Illustrasi)

Pola kain kafan untuk jenazah orang dewasa. (Illustrasi)

Kain kafan setelah ditata/disiapkan. (Illustrasi)

Kain kafan setelah ditata/disiapkan. (Illustrasi)

Tuntunan memandikan jenazah ini telah disampaikan sekaligus dipraktekan pada “Pelatihan Mubalighot ‘Aisyiyah Tingkat Kabupaten” di Pesantren Darul Arqam Cimaragas Garut, Ahad (29/12) lalu.

*******   (Edit:SB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s