Tuntunan Merawat Jenazah (Bag II)

Praktek memandikan  jenazah pada Pelatihan Mubalighot 'Aisyiyah Tingkat Kabupaten Garut, Ahad (29/12). (Foto:SB)

Praktek memandikan jenazah pada Pelatihan Mubalighot ‘Aisyiyah Tingkat Kabupaten Garut bertempat di Pesantren Darul Arqam, Ahad (29/12). (Foto:SB)

susibudiani – Garut (Jumat, 3/1) 

Disadur  Oleh : Hj. Siti Rokayah 

Menyucikan Jenazah

Perlengkapan diperlukan dipersiapkan terlebih dahulu, air suci dan menyucikan dalam jumlah cukup, dicampuri bau-bauan harum, misalnya kapur barus, cendana, dan sebagainya.

Serbuk/larutan kapur barus untuk meredam bau, larutan, irisan sabut/zat lain berfungsi pembersih.

Sobekan kain/handuk tangan/sarung tangan untuk membersihkan kotoran darah bila ada pendarahan dan najis lain bila ada.

Lidi dan sebagainya untuk pembersih kuku, kain handuk untuk mengeringkan badan/tubuhnya setelah selesai

Persiapan/Pendahuluan

  1. Bujurkanlah jenazah di tempat terbatas dan tertutup diutamakan membujur menghadap kiblat dengan kepala di sebelah kanan.
  2. Lepaskan seluruh pakain melekat dan menutup, serta pengikat dagu dan pergelangan tangan.
  3. Tutuplah bagian auratnya hingga tak tampak.
  4. Lepaskan logam seperti cincin dan gigi palsunya (kalau ada)
  5. Bersihkanlah kotoran, najisnya dengan didudukkan dan diremas-remas bagian perutnya pelan hingga kotorannya keluar.
  6. Bersihkan rongga mulutnya dari lendir atau darah kalau ada.
  7. Bersihkan kuku-kuku jari kaki dan tangannya.

Cara Melaksanakan 

  1. Dimulai dengan menyiram anggota tubuh seperti wudhu secara urut, tertib, segera dan rata, hingga tiga kali serta memulainya dari sebelah kanan.
  2. Menyiram seluruh anggota tubuh, jasmani hingga rata dan didahulukan bagian kanan kemudian bagian kiri.
  3. Menggosok dengan lembut seluruh tubuh menggunakan air sabun.
  4. Menyiram berulang kali dengan bilangan gasal, misalnya 3, 5, 7, 9, 11 kali hingga rata dan bersih sesuai dengan kebutuhan.
  5. Menyiram dengan larutan kapur barus, parfum atau bau-bauan harum, cendana dan sebagainya.
  6. Mengeringkan seluruh tubuh badannya dengan kain handuk, hingga kering (teresap airnya)

Perhatian 

  1. Pada waktu menyiramkan air pada wajah/muka tutuplah lubang mata, hidung, mulut dan telinganya, agar tidak kemasukan air.
  2. Apabila pada anggota tubuh jenazah terdapat luka, misalnya karena sakit atau kecelakaan, memandikan/menggosok dan membersihkan bagian terluka agar hati-hati dengan lembut, seakan memperlakukan pada waktu masih hidup tidak boleh semena-mena.

Khusus jenazah wanita, bila rambutnya panjang diikatkan menjadi tiga pintalan. (Bersambung).  ******  (Edit:SB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s