Nanny : Isu-isu Kontemporer dalam Perempuan

Ir Hj Nanny Sumarni. (Foto:SB)

Ir Hj Nanny Sumarni caleg perempuan Garut. (Foto:SB)

susibudiani  –  Garut (Senin, 30/12)

Meski seorang perempuan bekerja di luar rumah, lapangan kerja perempuan utama adalah rumah tangganya (HR Bukhari-Muslim), bila perempuan bekerja harus sesuai dengan fitrahnya sekaligus merasa aman dan nyaman.

Demikian mengemuka pada Pelatihan Mubalighot Aisyiyah Tingkat Daerah Garut, bertema  “Meningkatkan Peran Serta Mubalighot ‘Aisyiyah Dalam Gerakan Praksis”  bertempat di pondok pesantren Darul Arqam Cimaragas Garut.

Perempuanpun dapat berpolitik, sebab harus mempunyai wakil di bidang politik untuk menyampaikan dan memperjuangkan hak-hak perempuan sebagai warga Negara”, ungkap Ir Hj. Nanny Sumarni anggota Majelis Kesehatan PDA Garut.

Belajar tampil di hadapan peserta pelatihan. (Foto:SB)

Belajar tampil di hadapan peserta pelatihan. (Foto:SB)

Jika perempuan berbisnis seperti Siti Khadijah merupakan importir dan eksportir wanita sukses di zamannya, saat ini terbuka peluang perempuan berbisnis melalui jejaring sosial dan website, tambahnya.

Caleg perempuan Ir Elia Rahmi. (Foto:SB)

Caleg perempuan Ir Elia Rahmi. (Foto:SB)

Kata Nanny, perempuan sebagai kepala Negara, selain berkewajiban memelihara kehidupan (mengandung, melahirkan dan mendidik putra putrinya), bila memelihara Negara bebannya akan lebih berat dibanding seorang laki-laki.

Caleg perempuan Suryana. (Foto:SB)

Caleg perempuan Suryana. (Foto:SB)

Itulah kehebatan seorang perempuan, lebih mampu mengendalikan pikiran karena respon otaknya lebih lemah di banding laki-laki sehingga lebih terkontrol, dan  lebih mampu memanfaatkan fungsi otak lemahnya tersebut.

Selain itu khitan kaum perempuan dimaksudkan agar tak berlebih libidonya akan merusak kehidupannya, kaum liberal beranggapan bahwa khitan perempuan mudharat dan melanggar HAM anak perempuan.

Berani mengemukakan pendapat di depan forum resmi. (Foto:SB)

Berani mengemukakan pendapat di depan forum resmi. (Foto:SB)

Adapun kenyamanan dalam rumah tangga, suami tetap wajib menafkahi keluarganya,  dalam QS 4:34, perempuan adalah titipan/amanah Allah kepada seorang suami (HR Nasai).

Sementara Hj Ai Rustini, S. Ag seorang pengajar di pesantren Darul Arqam mengatakan kekhawatiran menurunnya respon dan animo masyarakat daerah dan kota sudah berbeda terhadap pengajian.

Menjaga kebugaran jasmani dan rohani agar dapat membangun generasi kuat dan sehat. (Foto:SB)

Menjaga kebugaran jasmani dan rohani agar dapat membangun generasi kuat dan sehat. (Foto:SB)

Di daerah jauh dari kota ibu-ibu muda membawa anaknya ke pengajian sambil mengasuh dan tetap mengawasinya, sedangkan di kota para ibu sudah mulai tergerus pergaulan melalui peralatan elektronik, lebih asyik dengan media sosial sangat mudah diakses, bebernya.

Media canggih saat ini jika tak digunakan dengan ilmu cukup akan membawa penggunanya sengsara- Ai Rustini.

“Karena itu sekarang saatnya mengembalikan kegiatan pengajian di berbagai daerah, di ranting dihidupkan kembali pengajian jangan sampai terbentur ketidakadaan mubaligh, jangan hanya mengatakan tidak bisa”, kata Ai Ketua Majelis Tabligh PDA Garut itu.

Harus mau belajar, meningkatkan kualitas diri menghafal ayat-ayat Al Quran dan hadist, sebab jika tidak membekali diri akan keteteran ketika menyampaikan ceramah, lanjutnya.

Kata dia, kapan mau mulai belajar menjadi nara sumber/pembicara/penceramah jika tidak mulai dari sekarang, banyak para pemuka agama/masyarakat  sudah tua tapi masih mau belajar karena tidak ingin ketinggalan pengetahuan.

Beranikan diri bisa tampil menjadi mubaligh, jangan sampai pengajian batal hanya karena tidak datang mubaligh terjadwal, demikian Ai Rustini menambahkan.

******* (SB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s