BKM PWK Sukajaya Gelar Pelatihan Sadar Wisata

Desa

susibudiani – (Garut, Selasa 3/12)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menurunkan SK bagi enam desa/kelurahan di kabupaten Garut sebagai desa wisata, salah satunya Kelurahan Sukajaya.

Meski tak memiliki objek wisata alam, biasanya menjadi tujuan utama wisatawan, namun nampaknya  Sukajaya di mata Menteri terdapat banyak potensi lain dapat ditingkatkan geliatnya”, demikian antara lain fasilitator Bidang Pariwisata pada BKM PWK Sukajaya, Yusran Hanif (32), Ahad (1/12) di GOR Putra Siliwangi Sukajaya Garut.

(Foto:SB)

(Foto:SB)

Bidang Pariwisata ini tetap menginduk pada PNPM sudah ada, dibentuk berdasar SK tersebut, bahkan mensyaratkan fasilitator kudu berasal dari daerah ini, agar mampu mangawal secara maksimal sebab terdapat unsur kepemilikan, tambahnya.

Semula kami bingung harus bagaimana mengelola sebuah desa wisata, karena terus terang ini baru pertama kali ada di daerah ini dan sama sekali belum terpikirkan,” ungkap Kordinator BKM Ajang Syaripudin, M.MPd (48).

Pemerintahan setempat turut hadir dalam peresmian Desa Wisata Kel. Sukajaya. (Foto:SB)

Pemerintahan setempat turut hadir dalam peresmian Desa Wisata Kel. Sukajaya. (Foto:SB)

Kata dia, seiring berjalannya waktu, terus dan akan terus belajar bagaimana mengolah potensi yang kami punya semaksimal mungkin demi memajukan kesejahteraan masyarakat Sukajaya.

Dalam keterangan nara sumber pelatihan tersebut R Wisnu Rahtomo katakan karakteristik wisata pedesaan mengintegrasikan keindahan alam dan kehidupan sehari-hari masyarakat desa.

Selanjutnya mempromosikan praktek-praktek dan pelaksanaan pariwisata berkelanjutan lebih produktif.

Sekaligus beradaptasi dengan dinamika kehidupan pedesaan dan melestarikannya (penyambutan, suasana santai dan sederhana).

Mempertahankan inisiatif dan partisipasi lokal, serta penguatan organisasi dan masyarakat lokal.

Sedangkan menurut Nuryanti, Wiendu (1993) pengertian desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat menyatu dengan tata cara tradisi berlaku.

Trainer R Wisnu Rahtomo tengah berinteraksi dengan peserta pelatihan, Ahad (1/12). (Foto:SB)

Trainer R Wisnu Rahtomo tengah berinteraksi dengan peserta pelatihan, Ahad (1/12). (Foto:SB)

Adapun Edward Inskeep, dalam Nuryanti, Wiendu (1993), menjabarkan desa wisata yaitu wisata pedesaan dimana sekelompok kecil wisatawan tinggal dalam atau dekat dengan suasana tradisional, sering di desa-desa terpencil dan belajar tentang kehidupan pedesaan dan lingkungan setempat.

Camat Tarogong Kidul berpesan agar program ini mampu mendongkrak makanan khas Sukajaya yang selama ini telah cukup dikenal agar lebih populer lagi, sehingga wisatawan yang pernah datang  akan datang lagi demi mendapatkan oleh-oleh makanan itu.

****** (SB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s