Krokodil, Narkoba Pemakan Daging Manusia

Desomorphine goes Crocodile. (Ilustrasi)

Desomorphine goes Crocodile. (Ilustrasi)

susibudiani – (Garut, Senin 2/12)

Kata Krokodil sendiri masih asing ditelinga orang Indonesia.

Kata Krokodil merupakan bahasa Rusia, sedang dalam bahasa Inggrisnya berati ‘crocodile‘ atau buaya.

Namun nama lain narkotika ini adalah ‘moonshine’, jenis narkotika baru sekarang sedang membuat heboh jagad Amerika Serikat beredar dengan luas dan membahayakan.

Krokodil ini merupakan jenis heroin baru kini sedang merambah kalangan orang muda,  juga memiliki sebutan lain cukup seram “cannibal heroin”.

Krokodil merupakan campuran ‘koktail’ beracun dari kodein, gasoline, thinner car, hydrochloric acid, dan fosfor merah.

Dikonsumsi dengan disuntik, Krokodil dikenal sebagai ‘obat memakan para pecandu’ karena kemampuannya menghancurkan daging manusia.

Mengapa disebut juga cannibal heroin? Karena pil narkoba berasal dari Rusia 10 tahun lalu itu, membuat penggunanya bisa seperti zombie. Salah satu efek Krokodil adalah menggerogoti daging pengguna dari dalam.

Krododil sebenarnya sudah ada sejak satu dekade silam dan berkembang di Rusia.

Karakternya memiliki kesamaan dengan morfin ataupun heroin, dan terbuat dari campuran bahan bakar, cat thinner, minyak, atau alkohol.

Cannibal Heroin. (Ilustrasi)

Cannibal Heroin. (Ilustrasi)

Krokodil sudah beredar di beberapa negara di Eropa, dan memakan korban semakin banyak dan mengkhawatirkan.

Krokodil, merupakan obat bermutu sangat rendah, tetapi kandungannya sama atau serupa dengan derivasi narkotika sintetik lain seperti codeine.

Pihak DEA (Drug Enforcement Administration) belum bisa mengkategorikan Krokodil, walaupun ini adalah derivatif dari kandungan codeine.

Penggunaan jangka pendek, Krokodil bisa membuat pengguna mengalami kerusakan saraf, otot, kelenjar tiroid, kerusakan tulang rawan, dan tulang keras.

Pemakaian Krokodil jangka panjang bisa mengakibatkan infeksi akut di hati, otak, tulang belakang, ataupun paru-paru.

Kerusakan secara fisik dapat terlihat dengan adanya necrosis, dimana kulit menjadi berubah menjadi hijau tua dan kadang berlubang mirip seperti zombie, terutama ditempat dimana obat ini disuntikkan.

Sebelum digunakan, obat ysecara medis disebut desomorphine ini dimasak selama 30 menit.

Narkoba ini dinilai mirip dengan heroin. Sedangkan, harganya lebih murah dibanding heroin, sehingga pelanggannya juga semakin banyak.

Penggunaan terus menerus akan menyebabkan pembuluh darah pecah, kulit pun bakal menjadi hijau, lalu daging akan membusuk.

Di Rusia, setidaknya sekitar 30.000 orang meninggal setiap tahun akibat Krokodil, diperkirakan seperempat juta orang Rusia sudah kecanduan Krokodil.

Penyebaran narkoba jenis ini biasanya di kalangan anak muda, berusaha berhenti pun tak bisa lepas dari efeknya.

Seperti yang dialami Margarita Schelkunova (28) dan suaminya kecanduan obat ini tujuh tahun lalu.

Meski Schelkunova sekarang sudah bersih dan tak kecanduan, namun ia kehilangan penglihatannya dan didiagnosis terkena kanker serta HIV.

Hidupnya diperkirakan hanya tinggal beberapa pekan lagi, sementara suaminya sudah lama meninggal akibat obat ini.

Selain beberapa negara di Eropa, Krokodil diperkirakan juga sudah masuk ke negara Amerika Serikat, dan tidak tertutup kemungkinan narkoba jenis ini juga akan menyebar ke negara lain jika tidak ada langkah pencegahan.

******* (Berbagai Sumber)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s