Menelusuri Jejak Vietnam di Pulau Galang

Barak-barak kayu dahulu digunakan sebagai tempat tinggal pengungsi. (Foto:Olenka Priyadarsani)

Oleh Olenka Priyadarsani

susibudiani – (Batam, Senin 29/10)

Pulau Galang adalah salah satu pulau kecil di Provinsi Kepulauan Riau. Letaknya tidak jauh dari Kota Batam, hanya sekitar 50 kilometer.

Pulau ini terkenal karena dahulu pernah digunakan sebagai tempat pengungsian para manusia perahu dari Vietnam. Kini, tinggal hanya sisa-sisanya, namun masih layak dikunjungi.

Tergantung dari mana Anda datang, Pulau Galang dapat dicapai baik melalui darat maupun laut. Umumnya para wisatawan datang dari Batam, menggunakan mobil maupun bus, karena antara Pulau Batam, Rempang, dan Galang sudah dihubungkan dengan jembatan bernama Barelang.

Perahu-perahu yang digunakan untuk melarikan diri dari Vietnam. (Foto:Olenka Priyadarsani)

Nama jembatan tersebut diambil dari salah satu suku kata nama pulau-pulau tersebut (Batam-Rempang-Galang). Bila datang dari Tanjung Pinang di Pulau Bintan, butuh waktu sekitar 30 menit dengan perahu mencapai Pulau Galang.

Pulau Galang menjadi tempat pengungsian manusia perahu Vietnam antara tahun 1979 hingga 1996. Ketika itu, untuk menghindar dari Perang Vietnam bergejolak, banyak rakyat Vietnam nekat mencari suaka di negara lain.

Mereka terdampar di pulau-pulau Indonesia seperti misalnya di Natuna, Anambas, ataupun Tarempa akhirnya dipindahkan ke Galang sambil menunggu penentuan nasib mereka.

Di sini mereka dibantu oleh badan PBB mengurusi masalah pengungsi yaitu UNHCR. Di kompleks pengungsian dulu terkenal dengan nama Kamp Sinam ini terdapat fasilitas cukup lengkap sehingga bagai satu kampung tersendiri.

Kompleksnya pun sangat luas dan dikelilingi hutan. Kamp pengungsian seluas 80 hektar ini memang dibuat terisolasi karena selain untuk memudahkan pengawasan, juga untuk menghindari penyebaran penyakit kelamin Vietnam Rose dibawa pengungsi.

Ketika berkunjung ke Kamp Sinam beberapa hari lalu, saya melihat masih banyak peninggalan tersisa. Salah satu paling monumental adalah perahu-perahu kayu dahulu membawa para pengungsi dari Vietnam.

Sulit membayangkan bagaimana perahu sekecil itu mampu bertahan melewati terjangan gelombang laut lepas.

Peninggalan lain masih dapat dilihat adalah barak-barak pengungsi. Barak tersebut terbuat dari kayu berbentuk memanjang, seperti mungkin pernah Anda lihat di daerah setelah bencana.

Vihara Quan Am Tu yang masih tegak berdiri. (Foto:Olenka Priyadarsani)

Selain itu ada juga bekas rumah sakit, penjara, sekolah, kesemuanya tampak sedikit menyeramkan karena memang sudah tidak digunakan lagi.

Ada juga satu kompleks pemakaman bernama Ngha Trang  cukup besar, menampung 503 makam.

Beberapa rumah ibadah, seperti gereja dan vihara masih tampak gagah berdiri. Gereja Katolik Ngha Tho Duc Me Vo Nhiem dihubungkan sebuah jembatan.

Sementara itu Vihara Quan Am Tu mungkin merupakan bangunan paling mencolok. Di sini terdapat patung Dewi Guang Shi Pu Sha, tempat para pengungsi berdoa untuk mendapatkan keberuntungan, jodoh, harmoni dalam rumah tangga, dan sebagainya.

Bila para pengunjung ingin mendapatkan informasi lebih lengkap, mereka dapat berkunjung ke kantor informasi menempati bangunan bekas kantor UNHCR.

Walau kini tertinggal hanyalah sisa-sisa, namun itu semua adalah saksi sejarah. Dalam kurun waktu 17 tahun lebih dari 200.000 pengungsi Vietnam tinggal di tempat ini sebelum akhirnya mendapatkan suaka di beberapa negara di Eropa, Australia, ataupun kembali ke negaranya.

Pengunjung dapat masuk ke kompleks ini dengan membayar biaya Rp 10.000. Anda dapat berkeliling dengan mobil dan jangan kaget: di pinggir jalan banyak kera kecil menghadang minta makanan. *****

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s